Bangunan Monumen Perjuangan Rakyat mempunyai ciri khas tersendiri.

Kota Palembang termasuk salah satu kota penuh sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda. Nilai historis terlihat dari beberapa monumen bersejarah di kota dengan icon Jembatan Ampera ini. Selain benteng Kuto Besak, di Palembang juga terdapat Monumen Perjuangan Rakyat atau biasa disebut Monpera.

Berdiri sejak 22 tahun silam, Monpera sudah difungsikan sebagai museum penyimpanan benda bersejarah. Terutama masa revolusi fisik yang terkenal dengan sebutan ‘perang lima hari lima malam’ yang pecah pada tanggal 1 Januari 1947. Peletakan batu pertama dan pemancangan tiang bangunan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1975. Setelah itu monument ini diresmikan pada tanggal 23 Februari 1988 oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Alamsyah Ratu Perwira Negara.

Monpera jadi bukti perjuangan rakyat Palembang melawan penjajah Belanda.

Ciri khas monumen ini terletak pada enam tiang beton yang kokoh bertautan tiga-tiga di bagian samping kiri dan kanannya. Terpampang juga relief yang menggambarkan suasana pertempuran lima hari lima malam di kota Palembang. Di dalam bangunan berlantai lima itu terdapat empat unit lemari khusus penyimpanan benda-benda koleksi bersejarah.

Di lantai satu terdapat juga foto masa perjuangan enam tokoh perang kemerdekaan seperti AK Gani, M Isa, Haji Abdul Rozak, Mayjen TNI H Bambang Utoyo, Brigjen TNI H Hasan Kasim dan Kolonel H Barlian. Di lantai dua disimpan 14 pucuk senjata di ruang khusus berdinding kaca. Sebagian besar merupakan hasil rampasan perang zaman sebelum kemerdekaan. Senjata yang disimpan seperti jenis pistol, senapan, kecepek, ranjau hingga alat pelontar bom yang kerap dipakai pejuang tempo dulu. Termasuk berbagai dokumen perang dan benda-benda bersejarah lainnya.

Koleksi senjata yang digunakan para pejuang tersimpan di Monpera.

Sedangkan lantai tiga terdapat patung yang merupakan replika wajah dari keenam pejuang kemerdekaan asal Sumatera Selatan. Juga koleksi pakaian dinas baik sipil maupun militer yang dipakai mereka dalam merebut kemerdekaan kala itu. Sementara lantai empat hanya dipakai untuk kantor.

Monumen Perjuangan Rakyat terletak di Jalan Merdeka Nomer 1,Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I. Sangat mudah diakses menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Lokasinya dekat dengan beberapa bangunan bersejarah lainnya. Cukup membayar tiket sebesar Rp 2 ribu, Monpera bisa dikunjungi setiap hari pukul 08.00 hingga 15.30. Sedangkan hari minggu dan hari libur nasional monumen ini tutup. Jika Anda tertarik mengetahui bukti perjuangan rakyat Palembang, Anda bisa singgah ke Monpera bersama putra-putri Anda.

Selain Monpera untuk menambah wawasan Anda soal Palembang, bisa juga singgah ke benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Jembatan Ampera.

Untuk beristirahat setelah seharian mengelilingi kota Palembang, Anda bisa menginap di hotel Horison Palembang, Novotel Palembang Hotel, Hotel Aryaduta Palembang, Hotel Budi.

Peta Monumen Perjuangan Rakyat

View Larger Map

Rujukan sarana wisata di Yogyakarta : info sewa mobil di Yogyakarta.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.